Fiuhh….
Sebagai salah satu sekolah negeri di Indonesia, cukup menyedihkan juga ya kalo kita memperhatikan pendidikan di Negara kita yang tercinta ini. Coba kita perhatikan kondisi Negara kita. Jumlah penduduk? Negara kita gak kalah dengan Cina. SDA? Apalagi yang ini, sampai-sampai banyak Negara yang iri dengan banyaknya SDA kita. Prestasi? Gak sedikit tunas bangsa yang berprestasi, contohnya saja nih, mantan Presiden Negara kita, Mr. B. J. Habibie, yang merupakan salah satu kekayaan Negara kita, ada juga TOFI (Tim Olimpiade Fisika Indonesia) yang acap kali meraih medali emas dalam lomba Olimpiade Fisika Tingkat Asia Pasific, maupun Internasional. Ada Taufik Hidayat yang sering meraih medali emas dalam berbagai lomba bulu tangkis. Ada Chris John yang juga gak kalah dalam bidang tinju.
Hebat bukan Negara kita?
Tapi kok…..
wew, jadi malu. Mau dibilang, bikin malu. Gak di bilang, udah bukan rahasia lagi.
Indonesia yang terkenal dengan banyak prestasi, tetap aja kualitas pendidikannya kurang. Gimana sih, gak konsisten. Apa coba yang jadi masalah?
Kita-kita ini punya pendapat tentang asal usul kebobrokan pendidikan di Indonesia. Kita mulai dari pendidikan SMA aja deh, saat ini standar kelulusan udah dinaikkan, dan kelulusan mencapai 98%. Tapi kenyataan di lapangan, banyak sekali pengangguran. Ada beberapa faktor yang menyebabkan ini dapat terjadi. Pertama, kita lihat terlebih dahulu dari kondisi sekolahnya. Saat ini banyak sekali sekolah yang terdapat di Indonesia, namun bila ditinjau lebih lanjut, sangat banyak sekolah yang kondisinya sangat memprihatinkan dan sampai saat ini belum diperbaiki. Selain itu, terlalu banyak siswa yang putus sekolah akibat dari mahalnya biaya pendidikan.
Apa lagi ya? Sebenarnya terlalu banyak hal yang perlu diperhatikan oleh pihak pemerintah untuk memperbaiki kualitas pendidikan dalam rangka Hari Kebangkitan Nasional ini. Kalo gak, ya gak ada gunanya prestasi yang telah dicapai oleh tunas bangsa kita. Karya mereka “seolah-olah” tidak dihargai pihak pemerintah. Kasihan sekali ya mereka..
.
Bangkitlah Hai Indonesiaku